Sunday, July 23, 2006

Have to Use the Proper language

Baru-baru ini Himpunan Sarjana Kesusasteraan Indonesia (HISKI) mengimbau agar masyarakat dan pejabat pemerintah khususnya, menggunakan bahasa Indonesia baku dan tidak mencampur-adukan dengan bahasa Inggris. Namun mereka tidak manyangkal bahwa bahasa Inggris adalah bahasa yang penting untuk dunia komunikasi bisnis dan hubungan kepada dunia Internasional. Hanya saja, penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari atau dalam pekerjaan, sebaiknya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Aku selalu memberi judul dengan menggunakan bahasa Inggris karena singkat, padat dan jelas.

North American English (AMEng) and British English (GBEng).

AMEng and GBEng is two different languages. Sebagian berpendapat, perbedaannya ibarat logat Jakarta (AMEng) dan bahasa Indonesia baku (GBEng). Persepsi yang tidak berdasar dan mitos. AMEng dan GBEng masing-masing mempunyai struktur bahasa baku dan slang masing-masing. Contoh yang bisa diambil, antara bahasa Indonesia dan bahasa Malay. Keduanya rumpun Melayu, tetapi masing-masing memiliki tata bahasa yang berbeda. AMEng dan GBEng mempunyai grammar (tense dan spelling), vocabulary dan pronounciation yang berbeda, dan itu bukan slang sebagaimana pendapat sebagian orang.

For examples:

Tense
I haven't, burned, dreamed, learned, spelled
to line up - Please get in line! (AMEng)
I've not, burnt, dreamt, learnt, spelt
to queue up - Please queuing! (GBEng)

Spelling
color, honor, center, meter, license, apologize (AMEng)
colour, honour, centre, metre, licence, apologise (GBEng)

Vocabulary
apartment, drugstore, vest, yard, smart, gasoline (AMEng)
flat, chemist, waistcoat, garden, clever, petrol (GBEng)

Pronounciation
remember, renew, flog, neither, schedule, water, etc
remember, renew, flog, neither, schedule, water, etc

Tapi bukan berarti semua vocabulary dalam AMEng dan GBEng punya arti sama.
Contoh: bill (GBEng) - check (AMEng), waistcoat (GBEng) - vest (AMEng), kata bill dalam AMEng bisa berarti tagihan dan kata vest dalam GBEng artinya baju dalam/singlet.

Jadi apabila anda bertemu dengan sesorang yang fasih berbahasa Inggris, coba perhatikan penggunaan tata bahasa dari ketiga perbedaan tersebut. Bila terdapat campur-aduk dalam ketiganya, kemungkinan besar orang itu fasih secara otodidak. Orang yang pure fasih berbahasa Inggris melalui pendidikan formal/informal atau (pernah) mukim di negara yang berbahasa Inggris, pasti atau biasanya tidak mencampur-adukan dan tetap dijalur. Bila menggunakan AMEng, maka grammar, vocabulary dan pronounciation-nya semua menggunakan tata cara AMEng, begitupun sebaliknya. Therefore, American English is not all slang.

Beberapa negara yang berbahasa Inggris selain the UK.
GBEng: Australia, New Zealand, India, Singapore, Malaysia, etc.

Indonesia...? Campur aduk antara AMEng dan GBEng...!?! Mungkin itu termasuk salah satu dari sekian banyak kekurangan kurikulum pendidikan di negeri ini. Contoh kecil, apabila anda masuk ke dalam sebuah apartment (AMEng), anda pasti akan menemukan tulisan lift dan toilet (GBEng), bukan elevator dan rest room (AMEng). Banyak yang mengira bahwa arti kata "flat" adalah rumah susun/bertingkat yang kecil dan kumuh, salah pengertian yang cukup fatal.

I'm prolly dyslexic and dummy-deaf that can't speak the proper English, German, and even Indonesian, my own mother language. Do I have to buy an Oxford or Symbols dictionary? Die Deutsche sprache ist schwierig.

2 Comments:

At 6:22 AM, Blogger rip3b3rry said...

Perhaps u have to u use ur native language, yep the celebes language....

 
At 7:35 PM, Anonymous ~onetozero~ said...

Hahaha... No, I can't.

 

Post a Comment

<< Home